h1

Kesaksian

September 28, 2011

30 Agustus 2011 20:24

Raga ini jadi saksi atas kebusukan
Mata yang melihat kepicikan
Telinga atas segala gunjingan
Dan mulut mencoba diam terima keadaan

Ya, kami tahu apa lagi Tuhan

Sinar kebaikan palsu yang kau pancarkan
Pun dengan suara manis kesombongan

Aku tahu, kami ini tahu. . .

Dimana kalian beli topeng itu
Topeng cantik kedok kehinaan
Apa itu mahal?
Mampukah kami beli dengan receh cucuran keringat ini?

Tentu tidak!

Karena receh ini jauh lebih mulia
Dari pada harta benda kalian punya

Satu hal lagi,
kami bahagia atas keikhlasan ini

Wonosari, 30 Agustus 2011

h1

You and Your Mood

September 28, 2011

04 September 2011 23:34

Pernah kita merasa senang melakukan hal-hal yang menurut kita mengasyikan untuk dilakukan. Tapi terkadang hal yang awalnya mengasyikan itu bisa berubah menjadi membosankan. Ya, bosan adalah hal yang wajar. Kecil kemungkinannya untuk seseorang tidak pernah merasa bosan. Mungkin kamu bosan makan makanan yang sama tiap harinya,bosan mendengar lagu yang sudah kamu putar berulang-ulang, dan bosan melakukan hal-hal lain.
Taukah kalian tentang moody? Orang yang mempunya mood naik turun. Kadang dia mempunyai mood yang baik, atau kebalikannya (Bad Mood). Mungkin salah satu faktor orang memiliki mood buruk itu karena bosan. Bosan melakukan hal-hal yang sudah ia lakukan berulang-ulang. Tapi itu wajar. Seseorang tak kan selalu bersikap baik tiap saat. Mungkin ada kalanya orang itu menjadi tak menyenangkan. Tak menyenangkan karena ia sedang tak ingin, sedang bosan, dan not in mood atau Bad Mood.
Mood itu selalu menyertai kita tiap harinya. Mood membuat kita ingin melakukan sesuatu. Contohnya mood dalam belajar, tentu sebagai seorang pelajar harus belajar bukan. Jika saat belajar mood kita sedang tidak baik,maka yang ada kita menjadi sulit menangkap apa yang kita pelajari. Karena kita tidak dalam kondisi mood yang baik.
Bosan dan Bad Mood adalah dua hal yang tidak menyenangkan. Ketika dua hal itu menyerang, yang cenderung dilakukan seseorang adalah melakukan hal lain. Seperti menyendiri mungkin, bagi yang bosan dengan keramaian. Orang yang bad mood sering membutuhkan Me Time, atau waktu untuk dirinya sendiri tanpa orang lain yang mengganggu. Jika rasa bad mood itu hilang maka dia akan kembali ke dirinya yang ceria. Yang merasa senang ketika melakukan hal-hal yang dia inginkan.
Terkadang orang lain tidak menyukai perubahan diri kamu ketika kamu sedang bad mood. Namun nikmatilah itu. Karena kamu adalah semua yang ada dalam dirimu. Kamu yang tahu yang terbaik untuk dirimu. Hargailah dirimu maka kamu akan tahu bagaimana menghargai orang lain. JUST BE YOUR SELF, whatever you are ^_^

h1

Balada Hidup Susah

September 28, 2011

09 September 2011 12:26

Tak bisakah kau ucapkan kata lain?
Selain mengeluh oleh waktu yang mengejarmu
Berteriak tak tahan dalam keadaan
Jadi tersangka mengaku korban
Ini hidup . . . !
Dimana rodanya terus berputar
Tapi kau hanya berkoar
Meraung janji ucapan gombal
Pun kau tatap jalan ke depan
Tapi langkahmu tertahan ke belakang
Ya, ini hidupmu !
Dan kau pungkiri ulahmu
Sudahlah, mungkin berakhir disini
Untuk kami semua kau seret mati

Wonosari, 8 September 2011

h1

Pengalaman mengajariku:’)

September 28, 2011

oleh Shela Ayulia pada 10 September 2011 jam 21:08

HARI INI aku belajar, jika ada yang menolongku tidak ikhlas maka suatu saat nanti aku akan berusaha menjadi orang yang ikhlas ketika menolong. Karena akan sakit sekali rasanya, ketika orang yang menolong kita justru meminta pamrih dari yang diperbuatnya.
DARI PENGALAMAN aku belajar. Jika aku merasa tak suka ketika seseorang membentak, maka sebisa mungkin aku tak akan membentak dan menjaga ucapanku terhadap orang lain.
Ketika aku melihat ada orang yang tak bisa memaafkan, maka aku akan mencoba memaafkan orang lain. Karena hidup ini indah dengan perdamaian.
Jika aku merasa tidak nyaman dibohongi, maka aku akan mencoba untuk tidak berbohong pada orang lain. Walaupun masih saja ada yang tidak percaya.
Ketika aku melihat suatu sikap buruk maka aku tak akan melakukannya dan berusaha menjadi yang baik. Walaupun terkadang akulah orang yang buruk itu.

Karena pengalaman mengajariku. . .

Dari pengalaman aku belajar untuk tidak jatuh pada lubang yang sama !

aku MASHH MENCOBA

h1

Menunggu Dengan Putus Asa

September 28, 2011

oleh Shela Ayulia pada 13 September 2011 jam 18:47

Tak tahukah senja aku menatapnya

Memakna jingga yang terlukis diatas sana

Menyorotkan mata pada lengkung dramatis

Kemudian titik air muncul datangkan tangis

Senja aku menunggu dengan putus asa

Tak ada harap tapi tetap mendekap

Mengisyaratkan setiaku pada rona itu

Mengartikan kepercayaan untuk datangnya jalan

Sekali lagi aku menunggu

Dengan segala putus asaku

h1

Layung Cinta

September 28, 2011

oleh Shela Ayulia pada 15 September 2011 jam 17:11

Rasa ini menjulang dramatis
Melayur bak mentari terbit
Ketika matamu meleleh di hatiku
Menghanyutkanku pada anak pinak rona asa

Aku merebah, mencicipi indah yang bersemayam
Mendesak ku mengakui arus sayang mendalam
Namun mengapa layung senja malah menghadang?
Menyuguhkan kesuraman untuk pengakuan
Aku terima segala kesakitan yang meraung
Menancapkanku pada duri-duri tak berhati
Membawa rasaku tercecer muram

Aku rela tuk mengiba
Meminta sedikit masa diujung dilema
Melontarkan seucap kata
Tentang cinta yang ku damba

Wonosari, 26 Juli 2011

#Layung : warna kuning kemerah-merahan di langit pada saat matahari akan tenggelam
#Melayur: panas,hangat,membara

h1

Senja Gerimis

September 28, 2011

oleh Shela Ayulia pada 16 September 2011 jam 17:55

Katakan pada senja !
Kembali aku menatapnya kala piluku tiba
Tak bisakah jingga itu tetap merona?
Biar bahagia selalu datang menerpa
Lewat diam aku bercerita
Berkata aku tidak merana
Tapi berbalik dengan yang ku rasa

Tanyakan pada hujan !
Kenapa tak kunjung turun dalam sepekan
Tahukah ia aku bertahan?
Mengumpul asa diantara ketimpangan
Memaksaku berdiri untuk berjalan
Menahan lembut sebuah kerinduan

Ya, senja aku menantinya
Dan hujan, bebaskan aku dari kesedihan

Wonosari, 16 September 2011

h1

Kelabu Dalam Simphoni Diri

September 28, 2011

oleh Shela Ayulia pada 05 September 2011 jam 0:48

Sekali lagi simphoni ku berhenti bernyanyi
Merubah suara jadi sunyi
Memekakkan telinga dengan nada iri
Pun tak terdengar lagi lirik diri
Hanya sepi menghentikan langkah kaki
Terpaut pada kelabunya ilusi
Yang hancurkan asa pada tiap melodi
Dan akhirnya lagu ku berhenti disini

Wonosari, 5 September 2011

h1

FORGIVEN by within temtation

April 25, 2011

Couldn’t save you from the start
Love you so it hurts my soul
Can you forgive me for trying again
Your silence makes me hold my breath
Oh, time has passed you by

Ooh, for so long I’ve tried to shield you from the world
Ooh, you couldn’t face the freedom on your own
Here I am left in silence

You gave up the fight
You left me behind
All that’s done’s forgiven
You’ll always be mine
I know deep inside
All that’s done’s forgiven

I watched the clouds drifting away
Still the sun can’t warm my face
I know it was destined to go wrong
You were looking for the great escape
To chase your demons away

Ooh, for so long I’ve tried to shield you from the world
Ooh, you couldn’t face the freedom on your own
And here I am left in silence

You gave up the fight
You left me behind
All that’s done’s forgiven
You’ll always be mine
I know deep inside
All that’s done’s forgiven

I’ve been so lost since you’ve gone
Why not me before you
Why did fate deceive me
Everything turned out so wrong
Why did you leave me in silence

You gave up the fight
You left me behind
All that’s done’s forgiven
You’ll always be mine
I know deep inside
All that’s done’s forgiven

[- From: http://www.elyrics.net/read/w/within-temptation-lyrics/forgiven-lyrics.html -]

h1

Gerimis Romantis

April 25, 2011

Pagi ini Jakarta mendung. Semua orang mulai sibuk mempersiapkan diri untuk berangkat ke sekolah, ke kantor, ataupun ke pasar bagi ibu-ibu yang mau belanja. Tapi, Tara cewek pemales yang satu ini belum juga bangun dari mimpinya.

” Ra…cepetan bangun! Udah jam setengah tujuh nih, sampe kapan elo mau tidur?” Ervan berteriak sambil menggedor-gedor pintu kamar adiknya. Tapi di dalam kamar, Tara malah semakin meringkuk di balik selimut.

” Heh… elo tu ya, anak cewek pemales banget sih? Cepetan bangun! Ntar gue juga telat gara-gara nungguin elo. Gue ada kuliah pagi nih.” Ervan terus mengoceh tapi Tara malah nggak nyahut-nyahut. ”TARRRAAAA…..!!!!!” teriak Ervan saking jengkelnya sama anak yang satu ini.

”Uhgt…apaan sih? Gue masih ngantuk banget kak.” Akhirnya Tara nyahut juga.

”Sekarang udah jam setengah tujuh bego!”

”WHAAATTT???” Tara yang lagi ngelap ilernya langsung kaget begitu nyadar kalau udah jam setengat tujuh. Dia langsung ngambil handuk dan lari kocar-kacir ke kamar mandi.

”Cepetan mandinya! Gue tunggu elo di bawah.” Lelaki berwajah tampan itupun langsung pergi meninggalkan pintu kamar adiknya.

***

            ”Mana Tara?” Tanya bunda ketika melihat Ervan turun dari tangga.

”Baru mandi.”  Ervan duduk di meja makan bersama ayah dan bundanya.

”Adik kamu itu cewek tapi pemalas banget sih.” Ayah geleng-geleng kepala mikirain kelakuan anak bungsunya.

”Ini bunda udah siapin roti buat kamu.” Bunda menyodorkan piring berisi roti tawar isi coklat untuk Ervan.

Beberapa saat kemudian Tara turun dari tangga dengan hentakan kaki yang sangat berisik. Maklumlah dia lari saking buru-burunya. Sontak ayah, bunda, dan Ervan memperhatikan polahnya yang kalang kabut.

” Tara, kamu kok lari-lari sih?” Bunda heran melihat anak perempuannya.

” Maaf, habis buru-buru sih.” Tara mengambil roti di piring Ervan dan langsung menarik-narik Ervan. “ Kak, ayo cepet anterin! Gue udah telat nih.”

Kakak beradik itupun langsung bergegas meninggalkan rumah. Mereka naik motor vario hitam dan langsung tancap gas ke tujuan. Tara ke SMA Pelita dan Ervan ke kampusnya.

***

            Pak Kadir yang bekerja sebagai satpam sekolah sudah siap untuk menutup gerbang. Tapi Tara yang baru aja turun dari motor langsung teriak-teriak supaya gerbang jangan ditutup dulu.

“Pak Kadir…jangan di tutup pak!” Dari seberang jalan Tara berteriak-teriak. Dia lari tanpa memperhatikan kanan-kiri. Alhasil Tara kesrempet motor. Dia jatuh sampai lututnya berdarah. Namun dia tak memperdulikannya. Tara langsung berlari sebelum gerbang sekolah ditutup.

“Cepetan neng!” Pak Kadir berseru pada Tara.

Setelah berjuang keras, akhirnya Tara sampai juga di kelasnya. Untung gurunya belum dateng. Jadi Tara nggak perlu disuruh keliling lapangan dulu.

Sementara itu, cowok yang tadi nggak sengaja nabrak Tara adalah Reno. Cowok angkuh, galak, sombong, yang sok jadi preman sekolah. Reno sebel banget gara-gara Tara nggak liat-liat waktu nyebrang tadi. Hampir aja dia ikut-ikutan jatuh gara-gara nyrempet Tara.

***

            Waktu istirahatpun tiba. Tara segera pergi ke UKS untuk mengobati lututnya. Saat dia membelok di tikungan perpustakaan tiba-tiba”GUBRAK” Tara jatuh karena nabrak orang.

”Eh…elo nggak punya mata ya?” Reno langsung naik darah setelah di tabrak oleh Tara. Tara yang masih terduduk di lantai langsung bangkit.

”Eh…elo yang nggak punya mata. Jelas-jelas mata gue di sini. Masih nanya juga lo.” Tara menunjuk kedua matanya.

“Eh,elo cewek yang tadi nggak sengaja gue srempetkan?” Dahi Reno mengernyit.

“Owh…jadi elo yang buat lutut gue jadi berdarah-darah gini.” Tara menunjukan lututnya yang berdarah gara-gara jatuh kesrempet tadi.

”Salah sendiri kenapa nggak liat jalan. Dasar nggak punya mata.” Reno malas menanggapi cewek yang menurutnya rese kayak si Tara. Dia pun langsung berjalan pergi tanpa memperpanjang urusan lagi.

”Huh…dasar cowok sok preman. Gue bales nanti” Seru Tara sebal.

***

            Tepat pukul dua siang, bel sekolah berdering. Murid-murid berlarian pulang karena mendung sudah menggantung di langit. Namun Tara malah sibuk ngurusin iuran buat beli perlengkapan kelasnya. maklumlah karena Tara jadi bendahara teladan di kelas. Dia ngitung-ngitung semua uang dan membuat rincian mau beli apa aja.

Di sisi lain Reno juga belum pulang. Dia masih ada di kelasnya. Ngapain lagi di dalam kelas waktu pulang sekolah kalau bukan untuk nyelesaiin hukuman dari pak Ricardo. Beliau adalah guru bahasa Indonesia yang super killer. Gara-gara Reno nggak ngumpulin tugas membuat puisi tepat waktu, dia jadi di suruh nyalin puisi sebanyak lima puluh kali. Itu aja masih mending lima puluh. Si Ridho anak kelas sebelas D disuruh nyalin seratus kali. Tapi walaupun lima puluh kali, itu udah cukup membuat tangan preman yang satu ini jadi pegel.

Setelah menit demi menit berlalu, akhirnya Tara dan Reno selesai dengan tugas masing-masing. Namun sialnya hujan malah turun deras banget. Alhasil mereka harus nunggu hujan reda karena mereka sama-sama nggak bawa payung ataupun jas hujan.

Reno nunggu hujan reda sambil duduk-duduk di depan kelasnya. Ia memandang lapangan basket sambil melamun. Tapi tiba-tiba seseorang menendang kakinya yang selonjoran di lantai.”DUUUUKK!”

”Aow…sorry disengaja.” Tara lewat dengan tampang meledek.

“Heh…dasar sialan lo.” Reno mengejar Tara yang kabur.

Karena Tara nggak tahu mau lari kemana, ia pun berlari ke tengah lapangan basket. Derasnya hujan nggak jadi masalah buat dia untuk bisa lari dari si preman galak itu. Karena Reno ogah basah-basahan, diapun menghentikan langkahnya.

”Heh…preman gadungan, sini lo kalau berani.” Di tengah derasnya hujan Tara menantang Reno yang berhenti mengejarnya.

”Buat apa gue harus kesitu? Kaya kurang kerjaan  aja.” Balas Reno ketus

”Kenapa? Anak mami takut atit gara-gara hujan-hujanan ya? Uhgt…kacian.” Tara terus meledek si Reno. Reno akhirnya jadi kebujuk ajakan Tara buat hujan-hujanan. Reno melesat untuk mengejar Tara. Entah apa yang akan dilakukan Reno pada Tara jika berhasil mengkapnya.

Karena panik Tara langsung mengeluarkan langkah seribunya. Dia mikir kalau udah ketangkep Reno pasti nggak bisa lepas. Dia juga bayangin kalau sampai ketangkep pasti bakal ditoyor abis-abisan.

”GUBRAK!” Tara jatuk kepleset. Dia terbujur sok kaku di tengah lapangan. Untung nggak ada yang luka. Tapi karena dia takut ketangkep Reno, akhirnya dia jadi pura-pura pingsan. Reno yang ngelihat Tara jatuh dan nggak bangun-bangun langsung panik. Dia menghampiri Tara yang terpejam.

”Heh…elo kenapa?” Reno mengguncang bahu Tara. Tara yang dag-dig-dug dari tadi jadi semakin keukeuh buat pura-pura pingsan.

”Tara…lo nggak kenapa-napakan? Jangan sampai elo mati cuma gara-gara kepleset doang.” Reno semakin panik karena Tara nggak jawab-jawab.

Akhirnya Reno membopong Tara. Tadinya Reno mau membawanya ke UKS, tapi UKSnya udah dikunci. Tara jadi semakin deg-degan karna Reno malah bawa Tara ke kelasnya. Dia takut cowok gila ini ngapa-ngapain.

Reno yang nggak tahu mesti ngapain jadi bingung sendiri. Dia mengeluarkan sapu tangan dalam tasnya. Dan mengusap wajah tara.

”Cewek sinting, elo jangan bikin gue panik gini dong. Lo bikin gue jadi sial banget sih.” Reno menggrutu. Ia mengobrak-abrik isi tas Tara, berharap menemukan alamat rumahnya. Dan benar saja, di dalam tas ada kartu nama Tara.

”Jalan Merpati nomor 27. Oke gue anter elo pulang.” Reno membopong Tara dan mengantar Tara pulang dengan motornya.

Di sepanjang perjalanan Reno terus memegangi tangan Tara yang melingkar di pinggangnya supaya nggak jatuh. Tara jadi deg-degan banget. Sementara Reno juga jadi salting sendiri.

***

            ”Makasih udah anterin Tara pulang.” Ucap bunda pada Reno.

” Iya tante,sama-sama. Saya pamit dulu.” Reno langsung pulang kerumahnya setelah berpamitan pada bunda.

Di kamar, Tara bangun dari pingsannya yang pura-pura. Ia nggak percaya banget dengan apa yang dirasakannya tadi. dia langsung jingkrak-jingkrak kegirangan. Apa sih yang terjadi sama si Tara? Kok jadi aneh gini.

Malemnya, Reno dan Tara sama-sama nggak bisa tidur gara-gara ngerasain perasaan aneh dalam hati mereka. Mereka nggak nyangka dengan apa yang mereka alami saat hujan tadi.

Tahu nggak, sebenernya Tara sama Reno udah kenal sejak TK. Tapi mereka nggak pernah akur. Nggak tahu karna apa. Tapi sekarang mereka kok jadi gini sih?

***

            Keesokan harinya Tara berangkat sekolah seperti biasa walaupun agak pilek dikit. Dia bersin-bersin karna hujan-hujanan kemarin. Tara terus mengelap hidungnya yang meler dengan tisue.

Tara berjalan menuju gerbang sekolah untuk pulang. Gerimis mulai mengguyur Jakarta lagi. Saat melewati perpustakaan dia langsung panik gara-gara papasan sama Reno.  Tara jadi minggir ke tembok. Namun Tara semakin panik liat tangan reno yang menenpel di tembok untuk menghadangnya.

”Elo…elo…ma…mau ngapain?” Mendadak Tara jadi gagu.

”Gue cuma mau ngecek keadaan elo. Elo nggak luka gara-gara kepleset kemarin kan?” Reno jadi berubah seratus tujuh puluh sembilan derajat gara-gara kelakuanya yang sok care.

”Heh…gue nggak apa-apa kok. HASYIIII.” Tara bersin hingga ludahnya muncrat ke muka Reno. ”Sorry…sorry…sumpah gue nggak sengaja.” Tara mengelap muka Reno dengan tisue yang ada di saku seragamnya.

Ketika Tara sibuk membersihkan muka Reno dari semburannya, tiba-tiba tangan Reno memegang pergelangan tangan Tara yang lagi ngelapin dia. Adegan sinetronpun di mulai.

”Ren…elo kenapa?” Tara heran liat kelakuan Reno yang semanis ini. Liat Reno yang tersenyum Tara jadi terpesona.’ Reno cool banget.’ Batin Tara dalam hari.

Tara berhenti ngelapin muka Reno. Tangannya terkulai di samping tubuhnya. Reno memegang kedua tangan Tara.

“Tara…?”

“Iya…?”

“I LOVE YOU.” Reno mengucapkan kata-kata itu dengan tulus. Tara jadi melayang ke nirwana saking syok dan senengnya.

Gerimis hari ini jadi romantis gara-gara mereka berdua. Cou cwiiiit banget nggak sih. Mereka berdua yang tadinya kaya Tom and Jery kok malah jadi Romeo and Juliete sih? Ternyata the power of love bisa merubah segalanya. Hehehe….!!!

TAMAT

    Cerpen by :SHELA AYULIA             (shela_ayulia@yahoo.co.id)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.